Home

Minggu, 17 Oktober 2010

Kejujuran Yang Menyelamatkan

Seorang anak laki-laki anak pertama dari 2 bersaudara yang terlahir di dalam keluarga yang cukup sederhana . Pangil saja dia Paul , dia merupakan seorang anak yang lumayan pintar di sekolahnya dan sangat pandai bergaul sehingga Paul memiliki banyak teman . Di masa - masa remajanya Paul cukup hidup dalam kebahagianaan apa yang dia mau bisa Paul dapatkan dengan mudah. Proses kehidupan terus belangsung hingga masa-masa Paul duduk di bangku Universitas .Dalam bergaul Paul tak pernah pilih-pilih namun justru hal tersebut terkadang menimbulkan hal negative . Paul terlarut dalam pergaulanya namun bukan dalam hal yang positif melainkan hal yang negatif . Paul tumbuh menjadi anak yang suka memakai narkoba , menyukai pesta pora dan  menjadi seorang pembohong untuk dirinya sendiri maupun keluarganya. Masa -masa itu cukup di nikmati Paul  meskipun Paul sempat menjadi tahanan polisi. Paul belum tersadar padahal keluarganya yang di luar kota sangat mengkhawatirkanya  . Tubuh ayah Paul mulai berubah menjadi kurus renta , wajahnya pun menua tak sesuai dengan usianya. Waktu trus berjalan TUHAN mengijinkan Paul untuk tersadar akan apa yang dia jalanin saat ini. Ayah Paul yang sangat khawatir dengan kehidupan Paul di Ibu kota memutuskan untuk lebih sering menjenguk anaknya .Sering kali setiap ada kesempatan ayah Paul slalu bertanya kepada Paul apakah masi menggunakan narkoba. Slalu Paul menjawab tidak... tidak... dan tidak... Paul terus membohongi dirinya sendiri dan keluarganya.
Hingga suati hari kejujuran Paul di uji. Ketika Paul sedang makan bersama keluarga besarnya. Sepupu Paul menegur dan mempertanyakan kesehatan ayah Paul serta menyarankan ayah Paul untuk memeriksakan dirinya ke dokter. ayah Paul menjawab dengan tegas " Jangan urusi saya , biar saya menyelesaikan urusan anak saya terlebih dahulu barulah saya dapat mengurusi diri saya sendiri !! " , Paul yang sedang duduk menikmati makanan di sudut meja terhenti sejenak air mata pun tak tertahankan .. Paul berusaha menahanya hati Paul berkecambuk hingga paul memutuskan untuk ke belakang ( toilet). Paul berada di persimpangan jalan hidup yang harus dia pilih. Paul mulai tersadar betapa Paul sangat mengecewakan keluarganya terutama sang Ayah yang begitu sangat mencintainya . Dalam pergumulan hatinya Paul tersadar dan memutuskan untuk berkata JUJUR kepada ayahnya . Hingga akhirnya sang ayah dapat menolong Paul untuk keluar dari jerat narkoba.Sesungguhnya apa yang dilakukan Paul adalah sangat sulit . Namun demi dirinya sendiri dan keluarganya Paul berani mengambil keputusan untuk berkata Jujur .Seburuk atau sesakit apapun kejujuran namun akan dapat memberi kelegaan dalam menjalani hidup . Dan karena kejujuran Paul  nyawanya yang terjerat narkoba pun dapat diselamatkan  dan setiap kegagalanya di masa lalu menjadi guru yang paling berharga untuk dirinya maupun orang lain di masa mendatang . Satu yang pasti lagi seperti kata ayahnya klo masalah anaknya selesai maka sang ayah pun akan memeriksakan dirinya ke dokter .Pada intinya pun karna kejujuran Paul dia dapat membantu menyelamatkan nyawa ayahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar